Pengalaman Membuat Paspor di Kantor Imigrasi

Memang kebetulan saya suka travelling tidak hanya di sekitaran tanah air, tapi juga kalau sedang ada budget atau sedang beruntung saya bisa berwisata sampai ke luar negeri. Nah, kebetulan akhir tahun ini saya mendapatkan hadiah dari tempat kerja untuk jalan-jalan satu tim kantor ke Thailand. Rencananya kami bakal jalan-jalan bersama selama semingguan dengan teman-teman satu tim marketing. Sayang passport saya sudah expired, jadi harus diperbaharui lagi di kantor Imigrasi Jakarta.

Lokasi kantor Imigrasi Jakarta tersebar di wilayah Jabodetabek jadi Anda sebetulnya bisa memilih yang terdekat dengan area Anda tinggal. Kalau saya sendiri karena tinggal di area Jakarta Utara, maka saya menyempatkan diri pergi ke kantor Imigrasi Jakarta Utara yang ada di Boulevard Artha Gading Blok. Kalau Anda bingung mau pergi ke mana, saya berikan link daftar alamat-alamat lengkap berbagai macam kantor Imigrasi di seluruh wilayah Indonesia, cukup cek saja di SINI.

Sekedar saran saja, kalau belum pernah memperbaharui paspor maka lebih baik cari tahu lebih dahulu dengan gooling, misalnya berkas atau dokumen apa saja yang perlu dibawa, biayanya berapa, persyaratannya apa saja, berapa lama prosesnya, dan lain sebagainya. Untungnya kali ini saya akan coba bagikan menurut pengalaman pribadi saya sendiri.

Cara Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Jakarta

Lebih baik datang pagi-pagi kalau mau membuat atau memperbaharui paspor agar antrinya tidak terlalu lama. Saya sendiri bela-belain datang subuh-subuh. Selain itu persyaratan dan dokumen yang harus dibawa antara lain:

  • Fotokopi KTP dan yang asli
  • Fotokopi akte kelahiran dan yang asli
  • Fotokopi ijazah kalau tidak punya akte kelahiran
  • Fotokopi paspor lama dan aslinya (khusus kalau untuk memperbaharui saja)
  • Surat keterangan domisili dari RT/RW kalau membuat atau memperbaharui paspor di luar daerah asal domisili.

Kalau sudah yakin berkas-berkasnya lengkap, saat datang ke kantor Imigrasi Jakarta maka lakukan langkah-langkah berikut:

  • Setelah menyerahkan semua dokumen dan persyaratan ke petugas, Anda akan diminta untuk mengisi formulir. Oya, lebih baik bawa bollpoint sendiri biar bisa langsung ngisi.
  • Nanti setelah itu nama Anda akan dipanggil sesuai antrian dan menghadap petugas yang akan melakukan pengecekan dan pencocokan dokumen serta berkas yang ada.
  • Setelah semua berkas dokumennya beres, nanti Anda akan diminta ke ruang berikutnya untuk melakukan sesi wawancara dan pengambilan gambar.
  • Nanti kalau sudah sesi wawancara dan pengambilan gambar selesai, Anda akan diberikan sebuah invoice dan surat pengantar pembayaran.
  • Bayar ke bank yang sudah ditunjukkan dan nanti Anda akan mendapatkan bukti pembayaran yang akan dipakai untuk mengambil paspor baru.

Menurut pengalaman saya, paspor baru bisa diambil setelah 3 hari kerja. Nanti Anda juga akan dibertahu oleh petugasnya kapan paspor kira-kira jadi dan bisa diambil. Sebetulnya ada cara membuat paspor secara online yang lebih gampang. Saya sendiri sih belum pernah mencoba karena jujur sebetulnya lebih lumayan ribet karena situsnya kadang suka merefresh ulang sendiri jadi Anda harus ngulangin lagi ngisi dari awal saat mendaftarkan diri.

Selain itu, kalau mau coba-coba buat e-paspor tidak bisa setelah daftar langsung wawancara. Anda masih perlu menunggu 5-6 hari kerja setelah daftar. Intinya kalau mau membuat paspor lewat website online harus butuh kesabaran ekstra. So, inilahs sebabnya saya lebih suka membuat paspor di Kantor Imigrasi Jakarta secara manual. Semoga pengalaman pribadi saya ini bermanfaat bagi pembaca.

You may also like